21.6.10

Pumping Breast Milk in an easy way

Jakarta, Some women are sometimes unable to give their babies breast milk (ASI) directly, so that inevitably makes the mother should pump her breast milk. Bagaimana cara memompa ASI yang benar? How to pump breast milk that true?

Ibu yang harus memompa ASI biasanya karena sudah harus bekerja kembali dari pagi hingga sore hari. Mothers who need to pump breast milk is usually because they have to work back from morning till evening. Bisa juga karena si ibu harus mengonsumsi obat-obatan tertentu yang bisa berbahaya bagi bayi atau kondisi bayinya yang agak tergangu sehingga harus dirawat di dalam inkubator. Could also be because the mother must take certain medicines can be harmful to the baby or the baby, who somewhat tergangu condition and should be treated in the incubator.

Sebagian besar perempuan menggunakan pompa listrik, manual atau menggunakan tangan sendiri. Most women using an electric pump, manually or using their own hands. Meskipun mungkin terasa aneh saat pertama kali menggunakannya, tapi biasanya tak butuh waktu lama untuk bisa beradaptasi dengan proses ini sehingga prosesnya menjadi lebih cepat dan mudah. While it may seem odd when you first use it, but usually did not take long to adapt to this process so that the process becomes faster and easier.

Seperti dikutip dari Babycenter, Senin (21/6/2010) ada beberapa tips yang bisa dilakukan ibu dalam memompa ASI, yaitu: As quoted from Babycenter, Monday (21/06/2010) there are a few tips that can be done in the mother's breast milk pump, namely:

1. 1. Jika menggunakan pompa listrik, maka tempatkan breast cup di dada lalu putar mesin dan biarkan mesin memompa ASI ke dalam wadah yang sudah terpasang. If using an electric pump, then place the breast cup in the chest and turn the engine and allow the engine to pump the milk into a container that is mounted. Biasanya memerlukan waktu sekitar 15 menit untuk memompa kedua payudara. Usually takes about 15 minutes to pump both breasts. Namun jika menggunakan pompa manual, maka menggunakan tangan untuk meremas atau menarik pompa di payudara, biasanya membutuhkan waktu hingga 45 menit. But if you use the manual pump, then use your hand to squeeze or pull on the breast pump, it normally takes up to 45 minutes.

2. 2. Pastikan untuk menggunakan breast cup yang tepat dengan ukuran payudara sehingga tidak menimbulkan rasa sakit. Be sure to use the right breast cup breast size so as not to cause pain. Jika ukurannya tepat, maka tidak akan terasa sakit tapi hanya sedikit aneh. If the exact size, it will not hurt but just a little strange. Serta jangan lupa untuk selalu membersihkan bagian dari pompa setelah digunakan untuk mencegah bakteri. And do not forget to always clean the parts of the pump after use to prevent bacteria.

3. 3. Sebagian besar pompa dirancang untuk perempuan yang memiliki puting kecil, sehingga kondisi ini terkadang menyebabkan puting susu membengkak. Most pumps are designed for women with small nipples, so that this condition sometimes causes nipples to swell. Karenanya pemilihan ukuran yang tepat sangat penting. Because of the size selection is very important. Untuk mengurangi pembengkakan, bisa dilakukan dengan cara mengompres payudara dengan handuk lembut. To reduce swelling, can be done in a way to compress the breast with a soft towel.

4. 4. Pilihlah pompa sesuai dengan kebutuhan. Select a pump in accordance with needs. Jika dipakai secara terus menerus dan Anda adalah orang yang sibuk bekerja, maka pompa listrik bisa menjadi pilihan. If used continuously and you are a busy working, the electric pump can be an option. Tapi jika hanya digunakan sesekali saja, tak ada salahnya untuk menggunakan pompa manual. But if only used sparingly, it could not hurt to use a manual pump.

5. 5. Cucilah tangan dan membasuh payudara dengan handuk sebelum memulai memompa ASI. Wash hands and wash the breast with a towel before you start pumping breast milk. Kemudian tempatkan ibu jari dan jari lainnya berhadapan dengan tepi dari areola, lalu memompa dengan cara mendorong jari ke dinding dada untuk mengeluarkan susu. Then place the thumb and the other dealing with the edge of the areola, and then pumped by way of pushing a finger into the chest wall to remove the milk. Tempatkan semua tutup wadah saat mengumpulkan susu sehingga tidak ada susu yang tumpah. Place all containers closed when collecting milk so there is no spilled milk.

6. 6. Letakkan ASI di dalam botol atau plastik khusus ASI dan ditutup rapat sehingga terjaga kebersihannya. Put the milk in the bottle or breast feeding and special plastic sealed so clean. Jangan lupa menuliskan tanggal pada botol atau kantong sebelum di masukkan dalam lemari es atau freezer, sehingga bisa diketahui kapan ASI tersebut dipompa. Do not forget to write the date on the bottle or bag before being put in the refrigerator or freezer, so it can know when the milk is pumped.

7. 7. ASI yang baru dikeluarkan (fresh) bisa bertahan di suhu ruang selama 6 sampai 8 jam, jika disimpan dalam lemari es pada suhu 4 derajat Celsius atau kurang bisa bertahan 3 sampai 5 hari. ASI newly issued (fresh) can survive at room temperature for 6 to 8 hours, if stored in a refrigerator at a temperature of 4 degrees Celsius or less can survive three to five days. Sedangkan jika disimpan di freezer bisa bertahan 3 hingga 6 bulan. While if stored in the freezer can last three to six months.

8. 8. Jika ingin menggunakan ASI yang beku, maka tempatkan botol atau kantung ASI ke dalam semangkuk air hangat. If you want to use the frozen milk, then place the bottle or breast milk bag into a bowl of warm water. Jangan menggunakan microwave atau memanaskan susu, karena bisa menghancurkan nutrisi yang terkandung dalam ASI. Do not use a microwave or heat the milk, because it can destroy the nutrients contained in breast milk. Jika ASI yang diminum tidak sampai habis, maka sebaiknya membuang susu yang tersisa. If you do not drink milk until they run out, then it should discard the remaining milk.

9. 9. Sebaiknya tidak memompa ASI dengan menggunakan tekanan yang terlalu rendah atau kecepatannya terlalu cepat, karena tidak akan mendapatkan jumlah ASI yang cukup. Pumping breast milk should not be using a too low pressure or velocity is too fast, because it will not get sufficient amount of breast milk. Serta pompalah ASI secara teratur dengan memberikan jarak antara 3-4 jam sebelum memompa kembali. Express and regular milk by giving the distance between 3-4 hours before pumping again.

10. 10. Sebaiknya berikan ASI pada bayi melalui gelas atau sendok dan jangan menggunakan botol susu, karena nanti bayi akan sulit untuk menyusui melalui puting ibunya lagi karena mengalami bingung putting. We recommend that you give milk to the baby through the glass or a spoon and do not use milk bottles, as later will be difficult to breastfeed the baby through the mother's nipple again for having confused the putting.

source : detikhealth